KEPASTIAN ITU?
Minggu-minggu ini banyak diantara orang yang mencari kerja berharap ada kepastian untuk dapat diterima menjadi PNS(pegawai negeri sipil). Ada yang mengetahui jauh hari dirinya akan menjadi PNS karena dia honorer sebelumnya(pemerintah menjanjikan akan mengangkat semua honorer menjadi PNS)dan ada yang berharap dari test yang diikuti beberapa waktu yang lalu. Semua orang berharap kepastian yang akan membawa kebahagian akan datang menghampiri. Namun apakah kepastian yang diharapkan itu pasti akan membawa kebahagian? Dapatkah seseorang memastikan bahwa besok dia akan mendapatkan rejeki berlimpah atau memastikan hari ini dapat bertemu dengan teman lamanya. Sangat sulit untuk memastikan. Lalu adakah didunia ini sesuatu yang pasti terjadi?
Ada jawabannya, namun banyak orang melupakannya walaupun signal menuju kepastian itu sudah diberikan yaitu KEMATIAN. "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan".(QS. Ali Imran : 185)
Sudahkan kita mempersiapkan diri untuk menuju kematian yang pasti terjadi dengan amal perbuatan yang sholeh?
Tampilkan postingan dengan label Renungan Malam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan Malam. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 22 November 2008
Label
Renungan Malam
Senin, 03 November 2008
DEMOKRASI
Sebuah kata, banyak makna. Tergantung siapa yang berkuasa. Walaupun ada pengertian baku ‘kekuasaan ada di tangan rakyat, suara rakyat suara tuhan’ hanya sekedar slogan tanpa makna yang ada siapa yang kuat dialah pemegang kekuasaan.
Sewaktu kita masih kecil, pernah dengar perkataan orangtua ‘lihat itu si Fulan orangnya pintar, dan juga rajin membantu kedua orang tuanya, kamu juga harus bisa seperti dia’. Orang tua mencontohkan sesauatu yang baik dengan contoh yang nyata, dapat dilihat dan dibayangkan kepada anaknya begitu juga ketika memberikan contoh yang buruk.
Bagaimana dengan demokrasi, yang digembar-gemborkan sebagai system modern yang baik, yang bisa menjawab segala problem kemanusiaan. Realitanya, tidak ada satupun dari system ini yang memberikan contoh yang baik, yang ada hanya tambal sulap.
Logika apa yang digunakan untuk tetap mempertahankan system demokrasi? Seharusnya, orang-orang yang mengagung-agungkan demokrasi berfikir untuk segera meninggalkan system ini.
Sebuah kata, banyak makna. Tergantung siapa yang berkuasa. Walaupun ada pengertian baku ‘kekuasaan ada di tangan rakyat, suara rakyat suara tuhan’ hanya sekedar slogan tanpa makna yang ada siapa yang kuat dialah pemegang kekuasaan.
Sewaktu kita masih kecil, pernah dengar perkataan orangtua ‘lihat itu si Fulan orangnya pintar, dan juga rajin membantu kedua orang tuanya, kamu juga harus bisa seperti dia’. Orang tua mencontohkan sesauatu yang baik dengan contoh yang nyata, dapat dilihat dan dibayangkan kepada anaknya begitu juga ketika memberikan contoh yang buruk.
Bagaimana dengan demokrasi, yang digembar-gemborkan sebagai system modern yang baik, yang bisa menjawab segala problem kemanusiaan. Realitanya, tidak ada satupun dari system ini yang memberikan contoh yang baik, yang ada hanya tambal sulap.
Logika apa yang digunakan untuk tetap mempertahankan system demokrasi? Seharusnya, orang-orang yang mengagung-agungkan demokrasi berfikir untuk segera meninggalkan system ini.
Label
Renungan Malam
Langganan:
Postingan (Atom)

